Find Us on Facebook

Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

Sungguh Memperhatinkan 3,4 Juta Warga Indonesia Belum Bisa Baca Tulis

Sungguh Memperhatinkan 3,4 Juta Warga Indonesia Belum Bisa Baca Tulis

Jakarta Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) menyatakankan angka bebas buta aksara di Tanah Air mencapai 97,93 persen sehingga sekitar 2,07 persen atau 3,4 juta warga masih belum mengenal huruf dan mampu membaca.

Jumlah buta aksara di Tanah Air terjadi pada usia 15-59 tahun yang tersebar di 11 provinsi. Sebanyak 28,75 persen warga di Papua masih belum mampu mengenal huruf dan membaca, hal itu mengakibatkan Papua menjadi provinsi paling tinggi angka buta hurufnya demikian siaran pers yang diterima Antara hari Senin.

Selain Papua, sejumlah provinsi di Indonesia juga masih buta huruf dan belum mampu membaca. Sebanyak 7,91 persen di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 5,15 persen di Nusa Tenggara Timur (NTT), 4,58 persen di Sulawesi Barat, 4,50 persen di Kalimantan Barat, 4,49 persen di Sulawesi Selatan, 3,57 persen di Bali, 3,47 persen di Jawa Timur, 2,90 persen di Kalimantan Utara, 2,74 persen di Sulawesi Tenggara, dan 2,20 persen di Jawa Tengah.

Dari indeks buta huruf di dunia, berdasarkan riset dari Rektor Universitas Central Connecticut State di New Britain, John Miller, menyatakan pada tahun 2016 Indonesia masih menempati peringkat 60 dari 61 negara yang berhasil dihimpun datanya.

Riset ini  menunjukan pada hasil ujian mengenal huruf dan juga melihat karakteristik sikap terpelajar.
Contohnya, jumlah perpustakaan dan koran di sekolah serta ketersediaan komputer di sebuah negara. Sehingga pada riset ini tidak hanya melihat kemampuan penduduk negara dalam membaca dan menulis saja, namun juga perangkat pendukung dan sukap terpelajar warganya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih mengaku perihatin melihat jumlah angka buta huruf di Tanah Air. Abdul Fikri mengatakan pemerintah terutama Kemendikbud, Kemenristekdikti, dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) perlu mendukung guna menekan tingginya jumlah warga yang buta huruf.

"Program pemberantasan buta aksara ada di Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, namun yang terus memantau tingkat buta huruf negeri ini adalah Perpurnas. Sayangnya koordinasi diantara kedua pihak belum terlihat," kata Abdul Fikri.

Disisi lain, anggaran untuk meningkatkan daya masyarakat untuk mampu mengenal huruf dan mampu membaca di Indonesia  masih tergolong rendah dibandingkan di negara-negara ASEAN.
Misalnya, Singapura mengalokasikan anggaran untuk institusi seperti Perpusnas hingga Rp1,7 triliun per tahun, Malaysia sampai Rp66,8 triliun, namun Indonesia hanya Rp500 milar.

"Padahal jumlah penduduk mereka sangat jauh lebih sedikit dibandingkan kita," sambungnya
Faktor lain yang menjadi pemicu tingginya angka buta huruf di Indonesia adalah rendahnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Seharusnya, pemerintah daerah saling melengkapi tidak harus terus bergantung dengan pemerintah pusat.

"Faktanya pemerintah daerah masih tergantung pemerintah pusat terutama dari sisi anggaran, karena memang pendapatan asli daerah (PAD) maksimal hanya 10 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN)."

"Sembilan puluh persen anggaran daerah selama ini berasal dari pemerintah pusat berupa dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU), dan dana bagi hasil," kata Abdul. Fikri
Pada 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional, Abdul Fikri berharap di peringatan Hari Aksara Internasional ini menjadi kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk dapat merenungkan kembali tentang keaksaraan, termasuk tingginya angka buta huruf di Indonesia. (Rania-Arnaz/AntaraNews)


JOKOWI Buat Anak Yatim Berkursi Roda Menerima KIP ini Tetap Semangat Bersekolah


JOKOWI Buat Anak Yatim Berkursi Roda Menerima KIP ini Tetap Semangat Bersekolah
Jakarta, Kemendikbud --- Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam kondisi. Apapun kondisinya, manusia tetap harus bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan. Setidaknya itulah yang ditunjukkan Ervista, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusantara, yang menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk kategori anak yatim yang tinggal di panti asuhan.

Anak lelaki berusia 16 tahun itu kini duduk di kelas 9 SLB Nusantara, Depok, Jawa Barat. Kegiatannya sehari-hari dilakukan di atas kursi roda karena keterbatasan fisik yang dimilikinya. Kedua kakinya lemah, tidak bisa digerakkan selayaknya anak sehat. Persendian dan tulang di bagian kaki, serta otot bagian bawahnya juga lemah, sehingga Ervista harus menggunakan kursi roda untuk berpindah tempat. Selain itu, tangan kanannya juga tidak bisa digerakkan. Hanya tangan kiri Ervista yang bisa berfungsi dengan baik.

Namun, kondisi itu tidak membuat Ervista patah arang. Ia tetap bersemangat melanjutkan sekolahnya. Bahkan, sekolah menjadi tempat favoritnya dalam menyalurkan hobi dan kesenangan. “Suka belajar nyanyi,” jawabnya ketika ditanya apa hal yang paling disukainya di sekolah. Ia pun bersemangat saat mengatakan bahwa grup band Ungu menjadi grup musik favoritnya.

Sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi Ervista. Anak yatim penerima KIP itu mengaku sangat senang berada di sekolah, karena memiliki banyak teman dan guru yang baik. Mata pelajaran yang paling digemarinya adalah Bahasa Indonesia. “Nggak susah,” tuturnya.

Guru pendamping Ervista, Kusnaeni, mengatakan, Ervista tetap mengikuti semua kegiatan di sekolah bersama teman-temannya, termasuk kegiatan olahraga. “Kami tidak membeda-bedakan, tapi materinya diturunkan sesuai kemampuan dia,” ujarnya.

SLB Nusantara merupakan Sekolah Luar Biasa yang berasrama. SLB ini menerima peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik, termasuk anak yatim piatu seperti Ervista. Meski tidak tinggal di panti asuhan, Ervista tetap memenuhi kriteria sebagai siswa penerima KIP dari kategori anak yatim yang tinggal di panti asuhan karena ia tinggal di asrama khusus anak yatim piatu di SLB Nusantara.

“Kita bina anak-anak supaya bisa mandiri di masyarakat,” kata Kusnaeni, saat acara pemberian KIP oleh Presiden Joko Widodo ke anak-anak yatim di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, (26/1/2017).

Ayah Ervista sudah lama tiada. Ibunya merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di rumah, sementara Ervista tinggal di asrama SLB Nusantara untuk mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang tepat. “Anak-anak pulangnya bisa seminggu sekali, sebulan sekali, atau saat liburan sekolah dan lebaran,” ujar Kusnaeni. Ia mengatakan, bagi anak-anak yang tidak pulang ke rumah saat hari libur, sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan untuk anak-anak di SLB Nusantara, agar anak-anak berkebutuhan khusus itu bisa memiliki kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang baik.

Pada awal tahun 2017, Presiden Joko Widodo meminta peningkatan distribusi KIP khusus untuk anak yatim, terutama yang tinggal di panti asuhan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lalu melakukan pendataan, dan tercatat ada sekitar 760-ribu anak yatim yang tinggal di panti asuhan dan berhak menerima KIP. Akhirnya, pada acara pembukaan RNPK 2017, Presiden memberikan KIP secara simbolis kepada siswa Panti Asuhan di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Mereka yang telah menerima KIP dari kategori itu berjumlah 2.844 siswa dari 309 sekolah, yang terdiri atas 909 siswa SD, 992 siswa SMP, 223 siswa Sekolah Menengah Atas, 628 siswa Sekolah Menengah Kejuruan, dua siswa Sekolah Luar Biasa, dan 90 siswa Kejar Paket. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : Kemendikbud

BERITA BARU Kemendikbud Serahkan Program dan Anggaran LPMP Kaltara Tahun 2017

BERITA BARU Kemendikbud Serahkan Program dan Anggaran LPMP Kaltara Tahun 2017

Jakarta (Dikdasmen): Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Usul Pelembagaan LPMP Kalimantan Utara di Hotel Ibis Slipi Jakarta pada Kamis-Jumat, 15 – 16 Desember 2016. Rapat dihadiri Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. Hadir pula jajaran pemerintah di lingkungan Provinsi Kalimantan Utara di antaranya Sekretaris Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Bupati Bulungan, Dewan Pendidikan, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dari unsur Kemendikbud hadir Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Biro Umum, dan sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Dikdasmen. Hadir pula pejabat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi.

Dalam sambutannya, Hamid menyampaikan bahwa Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) merupakan lembaga strategis dan tangan kanan Kemendikbud dalam pelaksanaan program pendidikan di daerah. Oleh karena itu, disamping melaksanakan tugas dan fungsi pemetaan serta fasilitasi penjaminan mutu pendidikan, LPMP akan mendapatkan tugas tambahan terkait dengan guru dan ujian nasional/ujian sekolah, serta dan tugas-tugas tambahan lain yang akan berkembang kemudian.

Kalimantan Utara, tambah Hamid, adalah provinsi baru. Letaknya berada di kawasan perbatasan yang merupakan program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo. “Maka mewujudkan LPMP di Kalimantan Utara menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.

Rencananya, gedung LPMP Kaltara akan dibangun mulai tahun 2018. Letaknya di ibukota provinsi yaitu Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Luas tanah tahap pertama yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bulungan seluas 4 hektare.

Ditjen Dikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,8 miliar untuk mendukung program dan kegiatan LPMP Kaltara. Anggaran tersebut ditujukan untuk program peningkatan mutu pendidikan dan perencanaan master plan pembangunan LPMP. Program dan anggaran untuk Kaltara sementara dititipkan pada DIPA LPMP Kalimantan Timur untuk peningkatan mutu pendidikan dan DIPA Setditjen Dikdasmen untuk perencanaan master plan pembangunan LPMP Kaltara.

Irianto Lambrie, dalam sambutannya, menjelaskan profil dan kebijakan pengelolaan pendidikan usia dini, dasar, dan menengah di Kalimantan Utara. Ia menyampaikan antusiasme terkait rencana pendirian LPMP Kaltara, mengucapkan penghargaaan setinggi-tingginya kepada Kemendikbud, dan menyatakan kesediaan menyiapkan ruangan gubernur sebagai kantor sementara LPMP Kaltara. Keputusan ini sebagai komitmen Pemda untuk mendukung percepatan dan perwujudan LPMP Kaltara mengingat potensi dan sumber daya Kaltara harus segera diwujudkan ke dalam aksi nyata sesuai dengan komitmen Nawacita.

Mewakili Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Dian Wahyuni  menyambut positif perhatian sangat tinggi Gubernur terhadap rencana dan proses pendirian LPMP Kaltara. Ia berharap pembangunan LPMP Kaltara tahun 2018 dapat segera terwujud dan perbaikan mutu pendidikan di Kalimantan Utara tercapai sesuai dengan yang diharapkan.* (Sumiyati)

Repost From kemendikbud

WAJIB BACA ALASAN PEMERINTAH ALIH FUNGSI Program Sertifikasi


alasan pemerintah alih fungsi setifikasi

Berdasarkan data NUPTK tahun 2010,  jumlah guru di Indonesia adalah 2.762.689 orang. Secara akumulatif, angka ini sudah memenuhi kebutuhan jumlah guru di seluruh Indonesia. Namun kenyataannya, secara distributif ternyata masih terjadi kekurangan guru.
Terkait dengan itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melakukan analisis jumlah kebutuhan guru. Dari hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwa sebaran guru antara daerah perkotaan, pedesaan dan daerah khusus memang tidak merata. Data tersebut juga memperlihatkan kekurangan jumlah guru pada mata pelajaran tertentu dan kelebihan pada mata pelajaran yang lain.
Masalah ini juga terjadi di SMK. Khususnya untuk guru produktif. Masalah ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Solusi yang ditempuh mesti komprehensif. Di satu sisi kekurangan jumlah guru produktif mesti terpenuhi, dan disisi yang lain penyebaran gurunya mesti merata dengan tetap memaksimalkan fungsi kelebihan guru yang sudah ada di SMK sebelumnya.
Berdasarkan pemikiran di atas, maka proses pemenuhan terhadap kekurangan jumlah guru produktif SMK dapat diawali dengan 1)“redistribusi” sebagai prasyarat. Selanjutnya, pemenuhan kekurangan ini dilakukan dengan melakukan 2) sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian bagi guru SMA/SMK (alih fungsi).  Jika kedua proses ini tidak terpenuhi, barulah dilakukan proses 3) pengangkatan/rekrutmen guru baru.
Redistribusi guru dilakukan dengan cara memindahkan guru yang berlebih di suatu sekolah tertentu ke sekolah lain yang kekurangan/membutuhkan guru pada mata pelajaran yang sama. Secara matematis hal ini dapat dilakukan antar sekolah di setiap kabupaten/kota yang sama, kabupaten/kota yang berbeda tetapi masih satu provinsi, atau bahkan berbeda provinsi. 
Namun demikian, redistribusi guru ini masih sulit untuk dilaksanakan karena perangkat pelaksanaan teknis secara hukum untuk meredistribusi guru antar kabupaten dalam satu provinsi dan bahkan antar provinsi belum tersedia sesuai dengan perkembangan sistem desentralisasi saat ini. Permasalahan lain adalah jumlah guru produktif yang mungkin/dapat diredistribusikan untuk mengajar di SMK yang kekurangan ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan terhadap kekurangan guru.
Oleh sebab itu, sesuai instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016, solusi yang digunakan dalam memenuhi kekurangan jumlah guru produktif di SMK untuk jangka pendek pada tahun 2016 ini adalah melalui Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian bagi guru SMA/SMK (Alih Fungsi). Adapun yang dimaksud dengan Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian bagi guru SMA/SMK (Alih Fungsi) ini adalah pengalihan tugas guru mata pelajaran adaptif, normatif  ataupun produktif tertentu yang kelebihan menjadi guru produktif pada kompetensi keahlian tertentu sesuai kebutuhan, tetapi masih  serumpun dan relevan.

Untuk itu Ditjen GTK melaksanakan kegiatan Pembekalan Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian (Alih Fungsi).

APA itu UNBK UNTUK SISWA DAN GURU ?

APA itu UNBK UNTUK SISWA DAN GURU ?

Tahukah anda apa itu UNBK, mari kita bahas dibawah ini . . .

UNBK adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Demikian informasi tentang apa itu UNBK untuk siswa dan guru ? semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk anda semua yang belum mendengar info tentang UNBK. Terimakasih, silakan like dan komen postingan ini jika menurut anda postingan ini bermanfaat.

Cek Data Guru Di Info GTK 2016

Selamat siang selamat beraktifitas kali ini makalahinyong ingin berbagi informasi sekitar Info GTK. Perlu diketahui bahwa Ditjen GTK merupakan gabungan dari P2TK  Dikdas dan BPSDMPK yang kemudian digabung menjadi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Untuk Apa Cek Info data Guru di Info GTK?

Ada beberapa fungsi web info GTK.
1. Cek Data hasil pengiriman atau sinkronisasi Dapodikdas dan tunjangan guru

Guru bisa melihat validitas data pribadi hasil input dari aplikasi dapodikdas seperti instansi mengajar, jumlah jam mengajar, validitas NUPTK, Cek tunjangan guru seperti tunjangan profesi (sertifikasi, fungsional, daerah khusus dll) (Buka juga web sputar Info Guru)

2. Cek Info UKG
Yaitu untuk mengetahui nomor peserta UKG, Jadwal dan tempat UKG 2015 yang akan diselenggarakan Ditjen GTK bulan Nopember nanti.


Nah silakan login Info GTK di salah satu alamat web di bawah ini, pilih salah satu saja.

masukkan NUPTK/NRG/NIK sebagai username dan tanggal lahir sebagai password.
contoh password misalnya lahir pada 27 Juli 1980 maka passwordnya 19800727
kemudian masukkan kode captcha (kode unik) yang ada lalu klik login ( Seperti gambar dibawah ini )


Tunggu beberapa saat akan muncul tampilan seperti di bawah ini
Ada beberapa menu, yang utama adalah Validasi Data Guru dan Info UKG, Silakan cek dan ricek untuk memastikan kevalidan data Anda. Buka juga menu Info UKG untuk melihat data nomor peserta UKG, jadwal dan TUK (tempat uji kompentensi) Guru.



HOT News Gojek Vs Taxi Blue Bird Mulai Bersitegang H2

Gojek Vs Taxi Blue Bird Mulai Bersitegang H+2
Bukan BLUE BIRD tapi ANGRY BIRD


Gojek Vs Taxi Blue Bird Mulai Bersitegang H+2
GOJEK WARIOR

Selamat pagi, selamat beraktivitas. Masih terdengar hangat di telinga kita tentang adanya transportasi Online, ya itu dia yang menjadi pokok pembahasan HOT kali ini. Berangan ingin mempebaiki sistem transportasi di jakarta, Malah berdampak keributan antara Gojek VS Blue Bird  Selasa ( 22/3/2016 ).

Awalnya terdengar Bahwa PT.Blue Bird memberikan pelayanan gratis selama 24 jam kepada para penumpangnya terhitung per Rabu ( 23/3/2016). Hal ini disampaikan Presiden PT.Blue Bird Tbk Noni Purnomo dalam pernyataan resminya kepada media, selasa (22/3/2016) Dikawasan mampang,Jakarta selatan.

Layanan ini berlaku untuk reguler taksi mulai pukul 00.00 WIB. Atau seharian penuh di hari Rabu ini yang berlaku di wilayah Jakarta. "Katanya."

Kebijakan ini merespons dampak aksi demonstrasi ribuan sopir taksi yang menolak adanya transportsi umum berbasis aplikasi.

Kemarin adalah puncak dimana para Demonstran dari crew Blue Bird melangsungkan aksinya, awal nya niat mereka hanya menolak adanya transportasi umum berbasis aplikasi. Para supir taksi blue bird berbondong-bondong melakukan swipping di jalan, hingga akhirnya mereka mulai onar dengan merusak Taksi yang masih ber operasi di jalanan. 

Aksi mereka tidak hanya sampai di situ, mereka juga menurunkan para penumpang yang sedang didalam taksi. Memecahkan kaca taksi, hingga ribut dengan para pengendara lainnya. Tidak berhenti sampai disitu para demonstran juga melempari batu para GOJEK yang sedang mangkal, Hingga akhirnya Mereka pun sempat bersitegang.

Demikian informasi tentang  Gojek VS Taxi Blue Bird yang Mulai bersitegang H+2, semoga saja pemerintah di indonesia segera turun tangan untuk menyelesaikan Konflik tersebut, dan berharap keputusan yang diambil tidak memihak salah satu dari mereka, tapi adil dan amanah. Terimakasih.


10 METODE MENGAJAR KURIKULUM 2013 YANG WAJIB DICOBA.

10 METODE MENGAJAR KURIKULUM 2013 YANG WAJIB DICOBA.

10 METODE MENGAJAR KURIKULUM 2013 YANG WAJIB DICOBA.
Berikut ini saya berikan 10 jenis model pembelajaran beserta langkah-langkah pembelajarannya, anda mungkin bisa memilih dan mencobanya disesuaikan dengan materi pelajaran ...

1.    EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
Langkah-langkah :
•    Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
•    Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
•    Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
•    Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
•    Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
•    Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
•    Kesimpulan

2.    PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
•    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
•    Menyajikan materi sebagai pengantar
•    Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
•    Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
•    Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
•    Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
•    Kesimpulan/rangkuman

3.    NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah :
•    Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
•    Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
•    Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
•    Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
•    Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
•    Kesimpulan

4.    COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985)
Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
•    Guru membagi siswa untuk berpasangan
•    Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
•    Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
•    Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
-    Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
-    Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
•    Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
•    Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
•    Penutup

5.    KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
Langkah-langkah :
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  • Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
  • Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  • Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
  • Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  • Kesimpulan

6.    STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
1.  Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2.  Guru menyajikan pelajaran
3.  Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
5.    Memberi evaluasi
6.    Kesimpulan

7.    JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah :
1.    Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2.    Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3.    Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.  Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5.    Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6.    Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7.    Guru memberi evaluasi
8.    Penutup

8.    PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah :
1.    Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2.    Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3.    Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4.    Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
5.    Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9.    ARTIKULASI
Langkah-langkah :
1.    Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.    Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.    Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
4.    Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
5.    Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6.    Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
7.    Kesimpulan/penutup

10.    MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
1.    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.   Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
3.    Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
4.    Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5.    Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6.   Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru . Sumber :   http://www.kompasiana.com
Baca selengkapnya ................ makalahinyong.blogspot.com